Dalam teori tradisional, penilaian bisnis sering kali berpatokan pada kelipatan pendapatan (revenue multiple) atau total aset fisik. Namun, akuisisi WhatsApp oleh Facebook (kini Meta) pada tahun 2014 memutarbalikkan nalar konvensional tersebut.
Saat itu, WhatsApp hanya memiliki 55 orang karyawan dan nyaris tidak menghasilkan pendapatan finansial yang signifikan. Meski begitu, Facebook rela menebusnya dengan valuasi raksasa senilai $19 miliar! Bagaimana cara penilai bisnis merumuskan angka tersebut?
Jawabannya terletak pada "Efek Jaringan" (Network Effect). WhatsApp saat itu memiliki lebih dari 450 juta pengguna aktif bulanan dengan tingkat pertumbuhan harian yang masif. Valuasi tersebut tidak didasarkan pada arus kas hari itu, melainkan pada metrik Cost Per User (biaya per pengguna) dan potensi strategis jangka panjang untuk memonopoli jalur komunikasi global. Trivia ini menjadi studi kasus wajib dalam Penilaian Bisnis era modern, khususnya untuk ekosistem startup teknologi.