Dalam dunia valuasi bisnis, sebuah aset tidak selalu harus berbentuk fisik seperti gedung pencakar langit, armada kendaraan, atau mesin pabrik. Terkadang, aset yang paling mendongkrak nilai perusahaan justru sama sekali tidak terlihat wujudnya, yang dalam akuntansi dikenal sebagai aset tak berwujud (intangible assets). Salah satu contoh trivia paling legendaris dalam penilaian kelas aset ini adalah misteri resep rahasia Coca-Cola.

Resep orisinal yang kabarnya hanya diketahui oleh dua orang eksekutif senior pada satu waktu ini, tersimpan sangat rapat di dalam sebuah brankas baja di World of Coca-Cola, Atlanta. Pertanyaannya, bagaimana seorang penilai bisnis (valuer) menghitung harga selembar kertas berisi racikan sirup tersebut?

Secara material, secarik kertas itu nyaris tidak bernilai. Namun secara hitungan ekonomi, resep tersebut adalah fondasi utama dari hak kekayaan intelektual, ekuitas merek (brand equity), dan goodwill perusahaan yang bernilai ratusan miliar dolar. Dalam praktiknya, penilai umumnya menggunakan pendekatan pendapatan (income approach) atau metode pembebasan royalti (relief-from-royalty). Valuasi resep rahasia ini dihitung secara cermat berdasarkan kemampuannya menghasilkan arus kas yang stabil selama lebih dari satu abad berturut-turut, keunggulan kompetitif di pasar, serta kerugian finansial raksasa yang akan dialami perusahaan seandainya resep tersebut bocor ke tangan kompetitor.